Pesta Literasi Indonesia 2023

Tak Melulu Tentang Buku! Pesta Literasi Indonesia 2023 Memiliki Sejumlah Perbedaan!

Tak Melulu Tentang Buku! Pesta Literasi Indonesia 2023 Memiliki Sejumlah Perbedaan!

Pesta Literasi Indonesia 2023 – Perdana, Gramedia Pustaka Utama akan mengadakan sebuah acara bertajuk Pesta Literasi Indonesia yang akan dilaksanakan dengan cara luring atau tatap muka yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki alias TIM, Jakarta Pusat dan akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 3 September 2023 nanti.

Dihadiri Sejumlah Tokoh Publik

Terdapat sejumlah tokoh penulis, penyair, pegiat kuliner, tokoh nasional, bahkan hingga musisi yang ikut meramaikan Pesta Literasi 2023 pada beberapa panel diskusi kelas dan juga konser literasi. Agenda ini dinilai cukup menarik dan unik karena menjalin kerjasama dengan Pasar Keliling untuk menyajikan berbagai hidangan UMKM yang tersedia di sebuah bazar.

Agenda tersebut ternyata akan diadakan secara khusus yang bertempat di Galeri Emiria Soenassa dan Teater Wahyu Sihombing sumber : corongnusantara.com.

Selain menyajikan buku, event Pesta Literasi Indonesia 2023 ini juga memiliki sejumlah acara lain, diantaranya adalah Fashion Show, Talkshow, Cake Decorating Competition, Food Challenge, lomba mewarnai, hingga lomba cosplay yang memiliki aturan untuk menggunakan tema tokoh tokoh dari buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Menurut Ketua Panitia Pesta Literasi Indonesia 2023, Anastasia Aemilia atau yang akrab di sapa Asti, event ini sebelumnya diberi nama Ruang Tengah. Nama tersebut akhirnya diubah menjadi Pesta Literasi Indonesia 2023 untuk dijadikan sebagai suatu perayaan besar dalam menyatukan rasa, cinta, dan cerita di sebuah panggung suka cita.

Baca Juga : Kоmоdіfіkаѕі Kaum Mudа Dі Ruаng Pоlіtіk

Pesta Literasi Indonesia 2023 – Memiliki Satu Visi Dalam Beberapa Seni

Pesta Literasi Indonesia 2023 ini sendiri telah ditetapkan untuk menggunakan tema ‘Merangkul Rasa’ dengan menjalin kerja sama dengan penikmat kuliner, penggemar seni, serta para pecinta buku dalam satu visi, visinya adalah merayakan literasi.

“Untuk tahun ini, kami akan menggunakan tema merangkul rasa. Rasa yang dimaksud disini itu bukan hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga ada rasa yang lahir saat kita membicarakan sebuah gagasan atau ide serta sejumlah topik hangat dalam dunia kuliner, perbukuan, atau bahkan dunia musik,” ujar Asti, dilansir Liputan6.com, Selasa (29/08/2023).

Setiap harinya nanti akan tampil sejumlah musisi populer tanah air seperti Soegi Bornean, Sal Priadi dengan berbagai lagu andalan mereka yang kerap menyelipkan sebuah puisi maupun karya, dan juga Majelis Lidah Berduri.

Sedangkan pengisi acara pada event ini terdapat sekitar 20 tokoh terbaik tanah air, seperti Najwa Shihab, Joko Pinurbo, Jerome Polin, Nicholas Saputra, Eka Kurniawan, M. Aan Mansyur, Almira Bastari, Rintik Sendu, Ratih Kumala, Saras Dewi, Nadia Atmaji, Didiet Maulana, Intan Paramaditha, Nathalie Indry, Puty Puar, Zaky Yamani, The Hartono’s Family, Samuel Ray, Ruth Priscilia Angelina, Wregas Bhanuteja, dan masih banyak tokoh populer lainnya.

Pada hari Minggu 3 September 2023 akan menjadi waktu untuk menampilkan sebuah sesi bertema ‘Makanan Sebagai Ikon Budaya Pop’. Dalam acara ini akan diisi oleh Nicholas Saputra sebagai pembicara bersama dengan Setyo Widhyarto. Sedangkan Asmara Wreksono di agenda ini akan tampil sebagai pembawa acara.

Sesi dengan tema ‘Makanan Sebagai Ikon Budaya Pop’ ini sendiri akan digelar di Teater Wahyu Sihombing dengan konsep sebuah talkshow. Untuk para pengunjung yang berkeinginan melihat acara ini tidak perlu mengeluarkan biaya apapun alias gratis.

Asti Mengungkapkan bahwa ketika agenda Pesta Literasi 2023 ini digelar akan dibuka sebuah Editor’s Clinic. Asti mengungkapkan bahwa kepada seluruh pengunjung atau bahkan tamu yang ingin menerbitkan naskah atau hanya ingin berkonsultasi saja terkait bagaimana menciptakan naskah yang dapat diterima penerbit maka bisa mendaftarkan naskahnya ke Editor’s Clinic.

Dengan adanya acara Pesta Literasi Indonesia 2023 ini diharapkan bisa menjadi sebuah ajang kepada semua orang untuk saling bertukar ide atau gagasan serta mampu menambah wawasan tentang sejumlah bidang untuk meningkatkan kesadaran literasi dan dapat terus dikembangkan.

Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat

Disamping itu, Syarif Bando selaku Kepala Perpustakaan Nasional mengungkapkan bahwa Indonesia sekarang ini akan memasuki saat-saat pesta demokrasi. Momen itulah yang memiliki potensi terjadinya disrupsi informasi yang kerap mengarah ke suatu berita tidak sesuai fakta. Dengan begitu, diperlukan Kemampuan literasi supaya terhindar dari ketidaktahuan atau kesalahpahaman terhadap sebuah informasi.

“Nyatanya, Indonesia ini masih memiliki masalah terkait literasi. Literasi yang rendah akan berdampak rendahnya indeks pembangunan manusia, pemasukan per kapita itu juga rendah, dan yang pasti tidak akan memiliki daya saing. Dalam susunan masyarakat juga memberikan dampak terhadap terus berkembangnya angka kriminalitas, kesehatan yang menurun, kualitas, dan bahkan sampai angka kemiskinan terus meningkat. Rendahnya literasi ini juga akan memberikan multiplier efek terhadap sebuah pembangunan seseorang,” pungkas Syarif Bando.

Dengan adanya perpustakaan ini diharapkan mampu menciptakan berbagai buku untuk menambah kecerdasan seluruh masyarakat dengan menambah wawasan. Hal itu dikarenakan masih terdapat banyak lapangan kerja yang terbuang dan justru didominasi oleh luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *